HomeMap
Bahasa IndonesiaBahasa Inggris
Logo

Pektin

Sebagian besar pektin ditemukan dalam kulit buah-buahan terutama jeruk. Oleh karena itu, perusahaan pembuat pektin mengambil kulit apel atau kulit jeruk dari perusahaan jus. Kulit lantas dikeringkan dan dihancurkan menjadi bubuk. Sebelumnya, pektin dijual dalam bentuk cair tetapi kemudian dibuat menjadi bubuk untuk meningkatkan masa simpannya. Rasa pektin hambar dan secara luas digunakan dalam banyak produk sebagai pengental.
Pektin digunakan dalam banyak resep dan memiliki manfaat kesehatan. Berikut adalah diantaranya: Sifat kimia pektin membuatnya menjadi agen pengental yang baik; Pektin mengikat air dengan sangat baik dan membentuk gel sehingga digunakan di industri yogurt, kue, jelly buah, saus tomat, selai dll ; pektin dianggap baik dikonsumsi oleh orang yang menderita sindrom iritasi usus dan diare ; zat ini berperilaku sebagai agen pengental di dalam usus dan banyak digunakan pada obat-obatan untuk sakit perut, mulas dan sembelit ; pektin digunakan dalam obat batuk tertentu untuk meringankan keluhan tenggorokan ; pektin dikenal mampu menurunkan kolesterol LDL dan karenanya dianjurkan untuk pasien jantung ; merangsang sistem kekebalan tubuh, mengatur insulin, mempercepat penyembuhan luka, dll, adalah beberapa manfaat lain dari pektin ; pektin juga digunakan dalam berbagai produk kosmetik untuk rambut dan juga sebagai pelembab.

More From Gelling Agent

Pektin
Pektin
Pektin merupakan segolongan polimer heterosakarida yang diperoleh dari dinding sel tumbuhan darat. Pertama kali diisolasi oleh Henri Braconnot tahun 1825. Wujud pektin yang diekstrak adalah bubuk putih hingga coklat terang. Pektin banyak dimanfaatkan pada industri pangan sebagai bahan perekat dan stabilizer (agar tidak terbentuk endapan).
Pektin pada sel tumbuhan merupakan penyusun lamela tengah, lapisan penyusun awal dinding sel. Sel-sel tertentu, seperti buah, cenderung mengumpulkan lebih banyak pektin. Pektinlah yang biasanya bertanggung jawab atas sifat "lekat" (Jawa: pliket) apabila seseorang mengupas buah. Penyusun utama biasanya polimer asam D-galakturonat, yang terikat dengan α-1,4-glikosidik. Asam galakturonat memiliki gugus karboksil yang dapat saling berikatan dengan ion Mg2+ atau Ca2+ sehingga berkas-berkas polimer "berlekatan" satu sama lain. Ini menyebabkan rasa "lengket" pada kulit. Tanpa kehadiran kedua ion ini, pektin larut dalam air. Garam-garam Mg- atau Ca-pektin dapat membentuk gel, karena ikatan itu berstruktur amorf (tak berbentuk pasti) yang dapat mengembang bila molekul air "terjerat" di antara ruang-ruang.
Penggunaan pektin yang paling umum adalah sebagai bahan perekat/pengental (gelling agent) pada selai dan jelly. Pemanfaatannya sekarang meluas sebagai bahan pengisi, komponen permen, serta sebagai stabilizer untuk jus buah dan minuman dari susu, juga sebagai sumber serat dalam makanan.

MORE INFORMATION