HomeMap
Bahasa IndonesiaBahasa Inggris
Logo

Article

Pemanfaatan Bahan Pengawet dan Antioksidan Alami pada Industri Bahan Makanan<br>

Pemanfaatan Bahan Pengawet dan Antioksidan Alami pada Industri Bahan Makanan

Bahan pangan merupakan kebutuhan pokok bagi manusia di samping pendidikan, kesehatan dan sandang lainnya. Kebutuhan bahan pangan ini akan terus meningkat sesuai dengan laju pertumbuhan penduduk. Secara garis besar masalah pangan dan sistem pangan umumnya dibagi atas sub sistem produksi, pengadaan dan konsumsi. Bahan pangan tersebut akan mengalami perubahan-perubahan yang tidak diinginkan antara lain pembusukan dan ketengikan. Proses pembusukan dan ketengikan disebabkan oleh adanya reaksi kimia yang bersumber dari dalam dan dari luar bahan pangan tersebut. Dari segi ilmu kimia, komponen utama dari bahan pangan terdiri dari protein, karbohidrat, dan lemak. Kerusakan bahan pangan ini umumnya disebabkan oleh mikroorganisme melalui proses enzimates dan oksidasi, terutama yang mengandung protein dan lemak sementara karbohidrat mengalami dekomposisi. Dalam rangka menghambat proses kerusakan pangan, oleh beberapa pengusaha digunakan bahan pengawet dan antioksidan sintetis seperti formalin, asam benzoat, BHA (Butilated Hydroxyanisol), BHT (Butylated Hidroxytoluene) dan TBHQ (Tertier Butylated Hydroxyanisole) terutama untuk bahan makanan semi basah seperti tahu, mie, bakso, ikan, daging serta minyak/lemak. Dari segi ilmu kimia, komponen utama dari bahan pangan terdiri dari protein, karbohidrat, dan lemak. Kerusakan bahan pangan ini umumnya disebabkan oleh mikroorganisme melalui proses enzimates dan oksidasi, terutama yang mengandung protein dan lemak sementara karbohidrat mengalami dekomposisi. Dalam rangka menghambat proses kerusakan pangan, oleh beberapa pengusaha digunakan bahan pengawet dan antioksidan sintetis seperti formalin, asam benzoat, BHA (Butilated Hydroxyanisol), BHT (Butylated Hidroxytoluene) dan TBHQ (Tertier Butylated Hydroxyanisole) terutama untuk bahan makanan semi basah seperti tahu, mie, bakso, ikan, daging serta minyak/lemak.

Latest Article

Minyak esensial untuk tujuan pengobatan dan kesehatanMinyak esensial untuk tujuan pengobatan dan kesehatan
Minyak esensial telah digunakan selama ribuan tahun dalam berbagai budaya untuk tujuan pengobatan dan kesehatan. Minyak atsiri menggunakan berkisar dari aromaterapi, produk pembersih rumah tangga, perawatan kecantikan pribadi dan perawatan obat alami. Partikel dalam minyak esensial berasal dari penyulingan atau penggalian bagian yang berbeda dari tanaman, termasuk bunga, daun, kulit batang, akar, resin dan kulit. Pada zaman kuno, orang-orang Yahudi dan Mesir membuat minyak esensial dengan merendam tanaman dalam minyak dan kemudian menyaring minyak melalui kantong kain.
Pemanfaatan Bahan Pengawet dan Antioksidan Alami pada Industri Bahan Makanan
Dari segi ilmu kimia, komponen utama dari bahan pangan terdiri dari protein, karbohidrat, dan lemak. Kerusakan bahan pangan ini umumnya disebabkan oleh mikroorganisme melalui proses enzimates dan oksidasi, terutama yang mengandung protein dan lemak sementara karbohidrat mengalami dekomposisi. Dalam rangka menghambat proses kerusakan pangan, oleh beberapa pengusaha digunakan bahan pengawet dan antioksidan sintetis seperti formalin, asam benzoat, BHA (Butilated Hydroxyanisol), BHT (Butylated Hidroxytoluene) dan TBHQ (Tertier Butylated Hydroxyanisole) terutama untuk bahan makanan semi basah seperti tahu, mie, bakso, ikan, daging serta minyak/lemak. Dari segi ilmu kimia, komponen utama dari bahan pangan terdiri dari protein, karbohidrat, dan lemak.
Perbedaan propilen glikol Dan sayur gliserin E-cair
Jika Anda seorang perokok yang ingin beralih ke rokok elektronik, Anda mungkin ingin tahu tentang apa yang Anda akan menempatkan ke dalam paru-paru Anda, bukan bahwa asap tembakau mengerikan. Sayangnya, vaping terminologi dapat sedikit membingungkan pada awalnya, sehingga dalam artikel ini saya akan mencoba dan menjelaskan perbedaan antara dua e-cair basis yang paling banyak digunakan: propilen glikol (PG) dan gliserin sayuran (VG).

E-cairan berisi empat bahan: PG atau VG dasar, nikotin, air dan perasa. Dasar, atau operator, memegang nikotin dan rasa dalam suspensi sehingga e-rokok Anda dapat menghasilkan awan-awan yang bagus uap asap rokok seperti. Kedua propilen glikol dan gliserin sayuran adalah senyawa organik non-toksik dan umumnya dianggap aman untuk dikonsumsi. Bahkan, mereka banyak digunakan sebagai aditif makanan dalam berbagai produk yang tersedia secara komersial.