HomeMap
Bahasa IndonesiaBahasa Inggris
Logo
Glycerin USP
Glycerin USP
Gliserin, gliserine dan gliserol 3 nama untuk substansi yang sama. Nama gliserin atau gliserin biasanya digunakan sebagai nama produk dan nama gliserol untuk bahan, misalnya, gliserin sirup mengandung 99,7 gliserol.
Gliserol alami dalam makanan dan dalam tubuh manusia biasanya bergabung dengan asam lemak dan bentuk trigliserida yang lipid, tapi sekali lagi, gliserol sebagai molekul mandiri bukan lemak tapi karbohidrat. Ketika trigliserida dicerna, mereka dipecah menjadi gliserol dan asam lemak, yang diserap.
MORE INFORMATION
Madu
Madu
Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Jika Tawon madu sudah berada dalam sarang nektar dikeluarkan dari kantung madu yang terdapat pada abdomen dan dikunyah dikerjakan bersama tawon lain, jika nektar sudah halus ditempatkan pada sel, jika sel sudah penuh akan ditutup dan terjadi fermentasi.
Rasa manis madu disebapkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan glukosa, dan memiliki rasa manis yang hampir sama dengan gula.Madu memiliki ciri-ciri kimia yang menarik, dioleskan jika dipakai untuk pemanggangan. Madu memiliki rasa yang berbeda daripada gula dan pemanis lainnya.Kebanyakan mikroorganisme tidak bisa berkembang di dalam madu karena rendahnya aktivitas air yang hanya 0.6.
Sejarah penggunaan madu oleh manusia sudah cukup panjang. Dari dulu manusia menggunakan madu untuk makanan dan minuman sebagai pemanis atau perasa. Aroma madu bergantung pada sumber nektar yang diambil lebah.

MORE INFORMATION
Pektin
Pektin
Pektin merupakan segolongan polimer heterosakarida yang diperoleh dari dinding sel tumbuhan darat. Pertama kali diisolasi oleh Henri Braconnot tahun 1825. Wujud pektin yang diekstrak adalah bubuk putih hingga coklat terang. Pektin banyak dimanfaatkan pada industri pangan sebagai bahan perekat dan stabilizer (agar tidak terbentuk endapan).
Pektin pada sel tumbuhan merupakan penyusun lamela tengah, lapisan penyusun awal dinding sel. Sel-sel tertentu, seperti buah, cenderung mengumpulkan lebih banyak pektin. Pektinlah yang biasanya bertanggung jawab atas sifat "lekat" (Jawa: pliket) apabila seseorang mengupas buah. Penyusun utama biasanya polimer asam D-galakturonat, yang terikat dengan α-1,4-glikosidik. Asam galakturonat memiliki gugus karboksil yang dapat saling berikatan dengan ion Mg2+ atau Ca2+ sehingga berkas-berkas polimer "berlekatan" satu sama lain. Ini menyebabkan rasa "lengket" pada kulit. Tanpa kehadiran kedua ion ini, pektin larut dalam air. Garam-garam Mg- atau Ca-pektin dapat membentuk gel, karena ikatan itu berstruktur amorf (tak berbentuk pasti) yang dapat mengembang bila molekul air "terjerat" di antara ruang-ruang.
Penggunaan pektin yang paling umum adalah sebagai bahan perekat/pengental (gelling agent) pada selai dan jelly. Pemanfaatannya sekarang meluas sebagai bahan pengisi, komponen permen, serta sebagai stabilizer untuk jus buah dan minuman dari susu, juga sebagai sumber serat dalam makanan.

MORE INFORMATION
Aspartame
Aspartame
Aspartam merupakan pemanis sintetis non karbohidrat, aspartil - fenilalanin - 1 - methyl ester, atau merupakan bentuk metil ester dari dipeptida doa asam amino yaitu asam asam amino aspartat dan asam amino essensial fenilalanina.
Aspartam dijual dengan nama di dagang komersial seperti Equal, Nutrasweet dan Canderel dan digunakan di hampir 6.000 produk makanan dan minuman di seluruh dunia. Terutama digunakan di Minuman soda dan permen.
MORE INFORMATION
Phospate Mix
Phospate Mix
Fosfat dicampur untuk makanan laut dan produk daging seperti suasage , bola daging babi dan merendam seafood meningkatkan yield. Phosphate dapat digunakan untuk campuran untuk sosis dan sosis fermentasi .

MORE INFORMATION
Copyright © 2016 - PT. Sumber Berlian Kimia All Rights Reserved
Jasa Pembuatan Website by IKT
Link To Mobile